Palestina
Belajar dari Amerika yang Konsisten Bela Israel
Damai Aqsha – Setahun berlalu, namun yang Anda lihat dari satu postingan ke postingan berikutnya soal Palestina angin belum berubah arah. Hanya kehancuran demi kehancuran, pembantaian demi pembantaian yang ada. Barangkali dalam hati kita muncul pertanyaan, “apakah mungkin Palestina merdeka?” Barangkali Anda bosan, merasa segala daya upaya yang dilakukan tak memberikan dampak yang berarti. Tahukah Anda, jika kita merasa bosan, sejatinya para pembela Israel pun sama. Namun, mereka tetap bertahan.
Lihatlah Pemerintah Amerika Serikat, yang bulan September lalu baru saja mengucurkan dana Miliaran Dolar untuk Israel. Padahal, banyak dari anak mudanya yang berdemonstrasi menghentikan bantuan ke Israel. Pun, sebagian negara Eropa perlahan berbalik arah mendukung Palestina, bahkan mendukung penangkapan Netanyahu yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan Internasional.
Sebagaimana dikutip oleh kompas.com, Kementrian Pertahanan Israel mengaku telah menerima paket bantuan senilai 8,7 Miliar Dolar AS (sekitar Rp 131,6 Triliun) dari Amerika Serikat. Dengan terang-terangan, mereka mengatakan jika dana tersebut akan dianggarkan untuk mendukung upaya penjajahan, termasuk meningkatkan sistem pertahanan udara.
“Paket ini mencakup 3,5 miliar dollar AS untuk pengadaan penting di masa perang... dan 5,2 miliar dollar AS yang diperuntukkan bagi sistem pertahanan udara, termasuk Iron Dome, David's Sling, dan sistem laser yang canggih,” ujar Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.
[caption id="attachment_1124" align="alignnone" width="800"]
Sistem antirudal Iron Dome milik Israel beroperasi untuk melakukan intersepsi saat roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel, di tengah permusuhan lintas batas antara Hizbullah dan Israel, seperti yang terlihat dari Haifa, Israel, Selasa (23/9/2024). (detik.com/REUTERS/Ronen Zvulun)[/caption]
Bila kita bercermin dari saudara kita di Palestina soal ketabahan, barangkali kita sulit mengikutinya. Barangkali dengan kita bercermin dari musuh, muncul rasa malu dalam hati kita. Mau kita lihat dari perspektif hukum Internasional, mau kita lihat dari data korban, apalagi kalau kita lihat dari perspektif agama Islam, jelas Israel itu penjajah. Namun, pemerintah Amerika, terang-terangan membantu militer Israel.
Pun mayoritas negara-negara di Persatuan Bangsa-Bangsa sudah mendukung Palestina. Dari total 193 Anggota PBB, 146 negara mendukung Palestina. Bahkan dukungan pada Palestina datang dari negara-negara Eropa, termasuk Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Irlandia, sebagaimana dikutip oleh cnbcindonesia.com. Belum lagi demonstrasi besar-besaran di Israel sendiri, yang menunjukkan ketidakbecusan Netanyahu dalam membuat kebijakan.
Meski begitu, Amerika tetap konsisten mendukung Israel.
Sedangkan kita, apakah kita sudah bosan mendukung Palestina? Saking bosannya, akhirnya luluh oleh konten-konten influencer untuk kembali mengonsumsi produk-produk yang jelas-jelas mendukung Zionis Israel. Kita dapat melihat beberapa publik figur ada yang mulai tergiur menjadi bintang iklan salah satu produk pendukung Israel. Pun, di media sosial, kita dapat melihat betapa gencarnya brand-brand pendukung zionis beriklan.
Sistem antirudal Iron Dome milik Israel beroperasi untuk melakukan intersepsi saat roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel, di tengah permusuhan lintas batas antara Hizbullah dan Israel, seperti yang terlihat dari Haifa, Israel, Selasa (23/9/2024). (detik.com/REUTERS/Ronen Zvulun)[/caption]
Bila kita bercermin dari saudara kita di Palestina soal ketabahan, barangkali kita sulit mengikutinya. Barangkali dengan kita bercermin dari musuh, muncul rasa malu dalam hati kita. Mau kita lihat dari perspektif hukum Internasional, mau kita lihat dari data korban, apalagi kalau kita lihat dari perspektif agama Islam, jelas Israel itu penjajah. Namun, pemerintah Amerika, terang-terangan membantu militer Israel.
Pun mayoritas negara-negara di Persatuan Bangsa-Bangsa sudah mendukung Palestina. Dari total 193 Anggota PBB, 146 negara mendukung Palestina. Bahkan dukungan pada Palestina datang dari negara-negara Eropa, termasuk Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Irlandia, sebagaimana dikutip oleh cnbcindonesia.com. Belum lagi demonstrasi besar-besaran di Israel sendiri, yang menunjukkan ketidakbecusan Netanyahu dalam membuat kebijakan.
Meski begitu, Amerika tetap konsisten mendukung Israel.
Sedangkan kita, apakah kita sudah bosan mendukung Palestina? Saking bosannya, akhirnya luluh oleh konten-konten influencer untuk kembali mengonsumsi produk-produk yang jelas-jelas mendukung Zionis Israel. Kita dapat melihat beberapa publik figur ada yang mulai tergiur menjadi bintang iklan salah satu produk pendukung Israel. Pun, di media sosial, kita dapat melihat betapa gencarnya brand-brand pendukung zionis beriklan.
Komentar 0
Silakan login untuk memberikan komentar.
Belum punya akun? Daftar sekarang
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!