Ketika Anak Pelestina Ditembaki Saat Mengantri Makanan, Di Sini Sudah Ada Yang Mengantri Membeli Nescafe
Damai Aqsha – Rabu, 25 Juni 2025
Anak-anak Palestina kembali menjadi korban dalam krisis kemanusiaan yang semakin parah. Di tengah antrean panjang untuk menerima bantuan makanan di Gaza, beberapa dari mereka ditembaki oleh tentara Israel saat mencoba mendapatkan makanan untuk bertahan hidup. Sementara itu, di negara-negara lain yang jauh dari perang, antrean membeli kopi seperti Nescafe terlihat normal — menggambarkan kontras tajam antara kenyamanan dan penderitaan di Gaza.
Tragedi Ketika Mengantri Bantuan Makanan
Banyak keluarga Palestina, termasuk anak-anak, rela berdiri berjam-jam sejak dini hari untuk mendapatkan bantuan pangan. Situasi ini semakin berbahaya karena laporan dari berbagai organisasi internasional menunjukkan bahwa puluhan warga, termasuk anak-anak, telah ditembaki saat mengantri makanan di situs distribusi bantuan di Gaza. (Al Jazeera)
Menurut saksi mata dan laporan medis setempat, serangan seperti itu tidak hanya menyebabkan luka serius tetapi juga korban jiwa di antara pencari bantuan yang seharusnya dilindungi sebagai warga sipil. (The United Nations Office at Geneva)
Krisis Pangan dan Ancaman terhadap Anak
Krisis kemanusiaan yang melanda Gaza kini membuat anak-anak menghadapi pilihan tragis antara terus mengantri untuk makanan yang langka atau menghadapi kemungkinan ditembaki dan terluka. Data dari lembaga internasional menunjukkan bahwa ratusan warga Palestina tewas atau terluka saat menunggu bantuan makanan dan air. (The United Nations in Palestine)
UNICEF dan badan hak asasi internasional telah mengecam serangan terhadap warga sipil yang menunggu air dan makanan, menegaskan bahwa anak-anak harus dilindungi di bawah hukum humaniter internasional. (The United Nations in Palestine)
Kenyataan Dunia yang Terabaikan
Sementara penderitaan terus berlangsung di Gaza, kehidupan di banyak negara lain tampak berjalan normal. Antrean panjang di kafe dan restoran seperti McDonald’s atau kedai kopi untuk membeli Nescafe menjadi simbol betapa jauh jaraknya perhatian dunia dari krisis yang menimpa jutaan orang Palestina.
Kontras ini sering memunculkan pertanyaan tentang prioritas kemanusiaan global: mengapa tragedi anak-anak yang kelaparan dan menghadapi risiko serangan tak mampu mendapatkan respons internasional yang memadai?
Ajakan untuk Kesadaran dan Solidaritas
Krisis kemanusiaan di Gaza bukan sekadar berita — ini adalah realitas tragis yang dialami oleh jutaan anak dan keluarga yang tak lagi dapat mengakses kebutuhan pokok tanpa risiko bahaya. Solidaritas, bantuan kemanusiaan, dan upaya untuk meningkatkan kesadaran global sangat dibutuhkan agar penderitaan ini tidak terus terlupakan.
Komentar 0
Silakan login untuk memberikan komentar.
Belum punya akun? Daftar sekarang
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama berkomentar!